LSJ Sekar Jagad

Berikut disampaikan brosur proposal pendirian Lembaga Studi Javanologi SEKAR JAGAD. Mari bergabung…

LSJ Skarjagad1

LSJ Skarjagad2

Mari-mari bergabung bersama kami. Jika ingin berdiskusi via milist, silakan bergabung di http://groups.yahoo.com/group/sekarjagad.

Salam dari Bogor.

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Proposal Pendirian Lembaga Studi Javanologi Sekar Jagad


Draft Proposal Pendirian

Lembaga Studi Javanologi

“SEKARJAGAD”

A.Latar Belakang

1.Kristalisasi upaya-upaya banyak pihak yang memiliki visi dan misi yang sama dalam rangka merevitalisasi nilai-nilai budaya dan peradaban Jawa guna dipersembahkan kepada kepentingan membangun jatidiri bangsa Indonesia dan kemaslahatan peradaban umat manusia sedunia, melahirkan gagasan untuk mendirikan suatu lembaga yang berfungsi sebagai himpunan para spiritualis (paranpara. Sesepuh), budayawan, dan cendekiawan (sarjana sujana) yang akan berkegiatan melakukan ‘intelectual exercise’ guna melahirkan wacana pemikiran yang cerdas dan bertanggung jawab dalam rangka menggerakkan renaisans Jawa. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | 4 Komentar

Apa itu gerakan renaisans Jawa?

Gerakan Renaissance Jawa

“Sekar Jagad”

“HONG ILAHENG, SEKARING BAWANA LANGGENG”

“….. Demikian juga selain mengenai masalah kibijaksanaan, tahu sebelum mendapatkan pengajaran serta mengenai segala hal tentang ilmu kesaktian, bisa menghilang serta tampak seperti yang aku ceritakan kepadamu tadi.Sebab di hamparan bentangan bumi dan dibawah langit yang mendapatkan ijin untuk memperlihatkan kebijaksanaan, kesaktian yang luar biasa, hanyalah Engkau beserta sanak keluargamu. “

“Jadi kelebihan orang-orang di barat daya negeri Hindi tersebut, hanya sebatas kemampuan manusia biasa.Adapun yang menguasai Negara, raja atau pembesar di negeri Hindi dan seterusnya serta pulau-pulau di tenggara negeri Hindi, secara turun-temurun tidak ada lain, semua itu berasal dari silsilahmu serta silsilah para dewa keluargamu.”(Paramayoga Ranggawarsita, Otto Sukatno Cr.)

* * *
Pendahuluan

Dalam rangka mengajak banyak pihak mendirikan Yayasan Sekar Jagad, maka penulis mewacanakan perlunya Gerakan Renaissance Jawa.Merupakan kegiatan untuk mengkaji, meneliti, merekonstruksi kembali dan merevitalisasi budaya dan peradaban Jawa.

Sejarah panjang Jawa dalam berinteraksi dengan budaya dan peradaban dari luar tanpa disadari telah menjadikan manusia Jawa masa kini sebagai manusia gamang, “gojag-gajêg” merasa asing dengan budaya dan peradabannya sendiri.Bahkan tidak sedikit yang menganggap budaya dan peradabannya sangat primitif bernuansa klenik dan tahayul.Kenyataan yang menyakitkan, namun harus diterima dengan lapang dada.Masalahnya Jawa memang tidak memiliki ‘sistim’ yang teroganisir dalam rangka mempertahankan nilai-nilai budaya dan peradabannya.Tidak pula memiliki sistim pembelajaran dari generasi ke generasi berikut dengan penataan yang terstrategi.Semua dibiarkan berjalan secara alamiah semata.Hanya naluri (ôtôt bayu) Jawa yang pada kenyataannya masih mampu membuat budaya dan peradaban Jawa bertahan hingga saat ini.

Sesungguhnya banyak para lajêr Jawa yang memiliki perhatian dan telah melakukan kegiatan-kegiatan untuk kebangkitan budaya dan peradaban Jawa.Namun sejauh ini belum terbentuk organisasi dan tersusun suatu ‘Perencanaan Program’ yang memadai.Kenyataan yang ada justru menunjukkan cerai berainya para penggiat ke-Jawa-an tersebut.Egoisme perorangan maupun kelompok mengemuka sehingga tidak ada kesatuan visi maupun misi dalam upaya membangkitkan budaya dan peradaban Jawa.

Luasnya cakupan budaya dan peradaban Jawa merupakan salah satu kendala banyak pihak yang berusaha membangkitkan budaya dan peradaban Jawa.Kemudian soal pendanaan menjadi kendala berikutnya sehingga memandekkan kegiatan yang diadakan.

Bertolak dari data-data sebagaimana disebutkan, maka wacana renaissance Jawa oleh Yayasan Sekar Jagad ini digulirkan.Bahwa gerakan ini merupakan kesadaran dan keinginan seluas-luasnya masyarakat Jawa sendiri.Maka strategi awalnya brupa upaya-upaya membangun kesadaran masyarakat Jawa untuk memahami ke-Jawa-annya sendiri. Untuk itu diperlukan jabaran atau definisi ‘Jawa’ yang rasional mencakup:

1. Siapakah wông Jawa ?

2.Definisi dan pengertian ke-Jawa-an (budaya dan peradaban Jawa)

3.Nilai-nilai (values) ke-Jawa-an (budaya dan peradaban Jawa)

4.Nilai-nilai budaya dan peradaban Jawa yang mau dihidupkan kembali, dipertahankan dan dikembangkan serta ‘kebersinggungan’ (hybrid interconectedness)-nya dengan budaya dan peradaban lain, terutama budaya dan peradaban Barat.

5.Nilai-nilai utama filosofi Jawa yang akan dikontribusikan ke dalam nilai-nilai ke-Indonesia-an

6.Alur proses untuk No. 4 dan No. 5

7. Aliran (flow) untuk No. 6 melalui wahana/means apa ?

8.Program tindak lanjut, perbaikan dan pengembangan yang berke-lanjutan

Delapan ‘kerangka acuan selisik’ tersebut di atas memerlukan ‘sumbang saran’ atau ‘curah gagas’ dari para pihak dengan kapasitas keahlian/keilmuan masing-masing yang kemudian dirangkum dalam suatu ‘musyawarah bersama’ guna menyusun ‘Rencana Program Renaissance Jawa’ yang paripurna.

Tulisan berikut merupakan ‘pembuka’ untuk bisa kiranya mendapatkan respon para pihak. Sehingga dengan demikian bisa semakin mendalam selisik bersama yang kita adakan terhadap delapan hal acuan dimaksud.

Merasa diri belum memadai dalam banyak hal, maka penulis mohon maaf sekiranya ‘sajian pemancing’ ini kurang mengena.Kiranya baru sebatas inilah pemikiran yang dimiliki penulis dalam rangka ikut mengabdikan ‘kawruh’ kepada upaya renaissance Jawa.

Sumangga, swuhn.

Ingin Sehat dan Sejahtera? Segera klik www.kdpbiz.com/?page_id=217

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | 1 Komentar